Mengenal Tingkatan-Tingkatan IQ yang Dimiliki Manusia

Mengenal Tingkatan-Tingkatan IQ yang Dimiliki Manusia

Tingkatan IQ manusia tentu saja berbeda-beda. Mengingat kita sebagai manusia tidaklah diciptakan serupa dengan yang lainnya, sekalipun ia adalah saudara kembarnya. Oleh sebab itulah, seolah nampak jelas adanya mereka yang pintar dan “bodoh” dalam dunia pendidikan.

Namun, teruntuk kamu yang memiliki IQ rendah, tak perlu berkecil hati. Kecerdasan banyak macamnya. Boleh jadi kamu kurang dalam hal pendidikan, tapi sebenarnya kamu menyimpan kecerdasan yang luar biasa dalam bidang lainnya.

Percayalah, Dia Yang Maha Menciptakan adalah Zat yang paling adil. Sungguh tak akan mungkin Dia memberikanmu beban tanpa menyelipkan kelebihan yang tak terduga dalam dirimu. Teruslah digali lebih dalam lagi, hingga kau menemukan sesuatu yang kau miliki.

Kembali berbicara soal tingkatan IQ. Sebenarnya, apa sih IQ itu? Banyak orang yang menganggap IQ adalah “bahan dasar” kesuksesan seseorang. Padahal faktanya tak begitu, sebab masih banyak lagi faktor lain yang jauh lebih mempengaruhi kesuksesan.

Singkatnya, IQ adalah indikator yang biasa dipergunakan untuk mengukur tingkat kemampuan otak kiri seseorang yang meliputi merencanakan sesuatu, menalar, menyelasaikan suatu masalah, memahami pendapat seseorang, berpikir abstrak, belajar, serta berkomunikasi.

Istilah IQ sendiri pada dasarnya merupakan singkatan dari Intelligence Quotient. Maksudnya adalah kecerdasan intelektual, kemampuan menggunakan logika, atau bahkan keahlian dalam menganalisis suatu objek.

Tingkatan-tingkatan IQ Manusia

Tingkatan IQ dari yang Terendah Sampai yang Tertinggi
Sumber : Motoresfull.Com

Dalam pembagiannya, tingkatan IQ setidaknya dapat diklasifikasikan menjadi 10 tingkatan. Klasifikasi tersebut diambil berdasarkan nilai IQ seseorang yang sebelumnya sudah menjalankan tes khusus dalam mengukur nilai IQ-nya.

Namun sebelumnya, perlu diingat bahwa nilai IQ hanyalah salah satu bentuk kecerdasan yang dimiliki oleh manusia dan tidak mutlak sekaligus menjamin kesuksesan. Para ahli sepakat bahwa masih banyak faktor lain yang lebih menentukan kesuksesan.

Bahkan, banyak ilmuwan yang akhirnya beranggapan bahwa kecerdasan dalam bersosial lebih berpotensi menjadikan seseorang menggapai kesuksesan ketimbang mereka yang memiliki IQ tinggi semata.

Berikut 10 Tingkatan IQ manusia, lengkap dengan penjelasannya:

Tingkatan IQ 0-29 : Idiot

Kelompok individu terbelakang dengan tingkatan IQ terendah dikenal dengan istilah idiot. Nilai IQ yang mereka miliki hanya berkisar di antara 0 sampai 29 saja. Bisa dibayangkan betapa kecilnya nilai IQ mereka, hal itu tentu sangat berefek pada kehidupan mereka sehari-harinya.

Untuk sebatas berkomunikasi saja mereka terhambat. Kebanyakan dari mereka sama sekali tidak mampu untuk berkata-kata. Kalaupun bisa itupun tak seberapa, mungkin hanya mampu mengucapkan beberapa kata semata.

Pun soal mengurus kebutuhan mereka pribadi, dibutuhkan bantuan dari orang-orang sekitar yang peduli akan nasib mereka. Mulai dari makan, mandi, menggunakan pakaian, berjalan, atau aktifitas-aktifitas sederhana lainnya. Mirip seperti anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.

Kondisi fisiknya yang begitu lemah mengharuskan mereka yang tergolong dalam tingkatan IQ ini untuk senantiasa menghabiskan sisa umurnya di ranjang tempat mereka merebahkan tubuhnya. Selain itu, tubuh mereka juga rentan sekali terserang oleh berbagai macam penyakit yang karenanya mereka tidak sanggup bertahan hidup lebih lama.

Tingkatan IQ 30-40 : Imbecile

Di tingkatan selanjutnya adalah mereka yang memiliki nilai IQ antara 30 sampai 40. Mereka yang berada di tingkatan IQ ini sering dikenal dengan sebutan imbecile. Keadaannya sedikit lebih baik dari mereka yang bereada di tingkatan IQ idiot, walaupun masih dibutuhkan pengawasan dari orang terdekatnya.

Anak-anak yang termasuk ke dalam tingkatan IQ imbecile biasanya sudah mampu berkomunikasi, walaupun masih tetap terbilang kurang baik. Kebutuhan-kebutuhan pribadinya bisa ia penuhi sendiri, namun dengan adanya pengawasan yang teliti.

Latihan-latihan ringan untuk mengembangkan wawasannya dapat diterapkan. Namun hal itu tidak menutupi keadaan nyata dimana mereka harus hidup dengan kondisi bergantung kepada orang lain. Mereka belum sanggup untuk hidup mandiri.

Mungkin, keadaan mereka serupa dengan anak-anak normal yang masih berada di usia sekitar 3 sampai 7 tahun. Oleh sebab itulah mereka yang berada tingkatan IQ imbecile tidak bisa disekolahkan di sekolah umum.

Tingkatan IQ 50-69 : Moron / Debil / Mentally Retarted

Di tingkatan IQ yang ketiga diisi oleh golongan mereka yang memiliki nilai IQ sekitar 50 sampai 50 sampai 60. Ada beberapa sebutan bagi mereka yang berada dalam tingkatan IQ ini, antara lain ialah Moron, Debil, atau Mentally Retarted.

Mereka yang ada di tingkatan IQ Moron ini biasanya mulai mengikuti pendidikan formal di sekolah-sekolah luar biasa (SLB) yang memang diperuntukan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus (ABK).

Mereka sudah dapat diajarkan bagaimana caranya menulis, membaca, menghitung angka-angka sederhana, sampai pekerjaan-pekerjaan sehari-hari yang sekira tidak membutuhkan perencanaan sekaligus pemecahan masalah.

Tingkatan IQ 70-79 : Bordeline / IQ Dull

Orang-orang dengan IQ 70-79 sudah bukan lagi tergolong ke dalam kelompok terbelakang, namun mereka juga masih belum bisa digolongkan ke dalam kelompok anak-anak normal. Istilah untuk orang-orang yang berada dalam tingkatan IQ ini adalah Bordeline atau IQ Dull.

Alasan mereka tak layak disebut sebagai kelompok terbelakang adalah karena mereka yang berada di tingkatan ini sejatinya sudah sanggup untuk mengikuti materi-materi di sekolah umum, bukan sekolah luar biasa (SLB) seperti orang-orang dengan tingkatan IQ di bawahnya.

Walaupun demikian, karena belum tergolong normal, dibutuhkan kerja keras serta usaha yang luar biasa bagi mereka demi sanggup menyelesaikan pendidikan formal hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat.

Selain itu, kemungkinan besar pula mereka akan merasa kewalahan ketika mengikuti materi-materi yang diajarkan di kelas-kelas akhir di sekolahnya. Mungkin kelas 8 atau kelas 9 merupakan batas bagi orang-orang yang berada dalam tingkatan IQ Bordeline atau IQ Dull.

Tingkatan IQ 80-89 : Normal Rendah / Below Avarage

Tingkatan IQ selanjutnya diisi oleh mereka yang memiliki nilai IQ pada kisaran 80 sampai 89. Pada tingkatan IQ ini sudah bisa digolongkan ke dalam kategori normal, namun masih berada dalam posisi paling bawah.

Dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), mereka yang berada dalam tingkatan IQ yang satu ini membutuhkan usaha dan kerja keras pula. Biasanya, mereka agak lamban dalam memahami materi-materi yang diajarkan di sekolah.

Mungkin mereka masih sanggup mengikuti sekaligus memahami materi-materi yang diajarkan pada jenjang pendidikan SMP, namun akan mengalami kesulitan kala memasuki materi yang diajarkan di SMA sederajat.

Tingkatan IQ 90-109 : Normal Sedang

Pada tingkatan IQ selanjutnya adalah golongan mereka yang berada dalam kelompok normal sedang. Tingkatan ini dihuni oleh mereka yang memiliki kecerdasan normal, tidak terlalu cerdas dan tidak pula terbelakang. Tingkatan IQ mereka berada di kisaran angka antara 90 sampai 101.

Di tingkatan inilah kebanyakan populasi manusia berada. Kebutuhan pribadi dapat terpenuhi dengan baik, materi pendidikan formal dapat diikuti, dan kehidupannya pun tampak seperti masyarakat pada umumnya.

Namun tetap saja, kadang kala mereka akan menemukan kesulitan-kesulitan ketika mempelajari suatu hal yang baru. Karena bagaimana pun juga, tetap dibutuhkan usaha untuk menggapai sesuatu bukan?

Tingkatan IQ 110-119 : Normal Tinggi / Above Average

Masih berada dalam kategori normal, hanya saja berada dalam posisi teratas. Ya, itulah mereka yang berada dalam tingkatan normal tinggi atau yang dikenal pula dengan istilah above average. Dalam kata lain, satu tingkat lebih cerdas intelektualnya ketimbang mereka yang berada dalam keadaan normal.

Masih bingung maksudnya? Sederhananya, orang-orang yang berada dalam kelompok normal tinggi atau above average ini adalah mereka yang masih terbilang normal, namun kemampuan serta kecerdasannya sedikit lebih tinggi dari kebanyakan individu pada umumnya.

Kisaran nilai IQ orang-orang yang berada di tingkatan berkisar di antara 110 sampai 119. Tentu saja mereka tergolong normal tinggi karena nilai IQ sebesar itu sudah melebihi nilai IQ rata-rata mayoritas populasi manusia, bahkan tergolong tinggi.

Tingkatan IQ 120-129 : Cerdas / Superior

Keluar dari batasan normal, kini kita memasuki ke tingkatan yang lebih tinggi dari normal. Mereka yang berada dalam tingkatan IQ ini biasa disebut-sebut sebagai cerdas atau superior. Hal itu tentu dikarenakan nilai IQ mereka yang berkisar antara 120 sampai 129.

Jika dilihat dari kemampuan serta kecerdasan yang dimiliki otaknya, seharusnya orang-orang yang berada di tingkatan ini bisa lebih mudah menggapai keberhasilan di bidang akademiknya. Kemampuan otak yang lebih seharusnya “mempermudah” (bukan menjamin) dalam menggapai kesuksesan bukan?

Orang-orang yang tergolong dalam kategori ini biasanya masih bisa dijumpai di kelas-kelas pada sekolah umum. Nilai-nilai yang tinggi, pemegang juara kelas bertahan, dan kadang kala terpilih sebagai ketua murid di kelas, menjadi ciri yang menonjol dari para superior.

Tingkatan IQ 130-139 : Sangat Cerdas / Very Superior / Gifted

Di tingkatan IQ selanjutnya adalah golongan mereka yang memiliki nilai tingkatan IQ antara 130 sampai 139. Dengan jumlah nilai IQ sebesarnya ini, mereka dikenal sebagai orang-orang yang sangat cerdas, very superior, dan juga gifted.

Orang-orang yang berada dalam tingkatan IQ very superior kemungkinan besar memiliki kemampuan lebih dalam membaca, menulis, sangat baik dalam hal hitung menghitung, pengaturan keuangan yang baik, serta mudah memahami sesuatu yang bersifat abstrak.

Tak hanya itu saja, ciri-ciri mereka yang berada di tingkatan IQ very superior ini juga akan nampak dalam kehidupan sehari-hari. Soal faktor ketangkasan, faktor kekuatan, maupun faktor kesehatan biasanya akan tampak lebih baik ketimbang anak-anak normal pada umumnya.

Tingkatan IQ 140 ke Atas : Genius

Di posisi teratas dalam tingkatan-tingkatan IQ adalah kategori bagi mereka yang memiliki IQ tertinggi di dunia. Mereka memiliki IQ 140 atau bahkan lebih dari itu. Karena hal itulah, orang-orang yang berada di tingkatan ini dijuluki sebagai seorang Genius.

Bisa kita bayangkan bukan betapa dahsyatnya kemampuan otak mereka? Mereka bisa berada di tingkatan ini bukan karena bakat sejak lahir semata. Mereka sering kali mampu memaksimalkan fungsi otak dan memenuhi 3 faktor penentu kecerdasan secara seimbang, yakni oksigen, rangsangan, serta nutrisi.

Keahlian mereka dalam menemukan solusi dalam suatu masalah jelas tak perlu diragukan lagi. Sekali pun mereka tidak mengikuti kegiatan belajar dalam jenjang pendidikan formal, mereka mampu berinovasi dengan kelebihannya ini. Misalnya seperti menemukan sesuatu hal yang baru.

Akan tetapi mereka yang berada di tingkatan IQ ini juga tetap memiliki kekurangan, mengingat tidak ada manusia yang sesempurna Penciptanya bukan? Banyak ciri-ciri yang tampak dari kesehariannya seperti kurang baik dalam bersosial dan sebagainya. Tapi tetap tidak semuanya seperti itu.

Walaupun populasi tidak begitu banyak, namun orang-orang yang berada di tingkatan Genius ini bisa ditemukan di seluruh penjuru dunia. Dari berbagai ras, suku, dan bangsa. Dari kalangan ekonomi atas maupun bawah. Serta dari pihak laki-laki maupun perempuan.

Beberapa orang yang dikenal tergolong ke dalam kategori genius ini adalah Albert Einstein (penemu teori relativitas), Thomas Alva Edison (penemu lampu bohlam), Bacharuddin Jusuf Habibie (presiden ketiga Republik Indonesia sekaligus pakar teknologi pesawat terbang dunia).

Tingkatan IQ dengan Populasi Terbanyak

Tingkatan IQ yang Paling Banyak Dimilki
Sumber : Pixabay

Bagaimana pun juga, populasi terbanyak tetap dihuni oleh mereka yang berada dalam kategori normal. Baik mereka termasuk normal rendah (below avarage), normal sedang, maupun normal tinggi (above avarage). Namun lebih banyak lagi yang berada dalam kisaran nilai IQ 90-109.

Populasi orang-orang yang memiliki IQ di bawah 80 biasanya cukup jarang ditemui. Jumlahnya tidak banyak, bahkan bisa dibilang sangat sedikit. Begitu pun dengan populasi mereka yang memiliki IQ di atas 140, jumlahnya pun sangat sedikit.

Untuk lebih tepatnya, berikut kami menyajikan persentase tingkatan IQ manusia berdasarkan populasi manusia yang ada di dunia:

  • 70 ke bawah : sekitar 2,2 %
  • 70 sampai 79 : sekitar 6,7 %
  • 80 sampai 89 : sekitar 16,1 %
  • 90 sampai 109 : sekitar 50 %
  • 110 sampai 119 : sekitar 16,1 %
  • 120 sampai 129 : sekitar 6,7 %
  • 130 ke atas : sekitar 2,2 %
Bentuk Kurva Tingkatan IQ
Sumber : Www.Verywell.Com

Jika kita perhatikan, persentase tingkatan IQ berdasarkan populasi manusia di dunia ini pertama-tama akan bertambah terlebih dahulu hingga kemudian mencapai puncaknya di kisaran 90 sampai 109. Setelah barulah persentase tersebut akan turun kembali.

Biasanya para ahli di bidang ini menggambarkan populasi tersebut dengan sebuah kurva. Kurva tersebut akan tampak seperti sebuah lonceng atau bukit. Di awali kenaikan hingga puncaknya dan diakhiri ke nilai semula.

Cara Mengukur Tingkatan IQ Seseorang

Tes Tingkatan IQ
Sumber : Www.Stressandanger.Co.Uk

Ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengukur tingkatan IQ seseorang. Salah satunya dalah dengan cara mengikuti tes psikologi atau tes IQ. Tes ini merupakan cara yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkatan IQ seseorang.

Hanya saja, dibutuhkan kejujuran dalam menjalankan tes ini. Jawaban tidak boleh dijawab sederhana dan tidak boleh pula melihat jawaban teman. Hal itu disebabkan soal yang diberikan hanya akan bisa dijawab oleh diri kita seorang, menyesuaikan dengan kebiasaan serta kemampuan kita.

Ketika mengikuti tes IQ, peserta akan mendapatkan intruksi tentang tata cara mengikuti tes IQ ini. Biasanya peserta dilarang membuka lembar selanjutnya sebelum diperintahkan. Pun waktu yang diberikan untuk mengerjakan sudah dibatasi.

Selesai atau tidaknya akan menentukan tingkatan IQ kita, karena itu kita tidak boleh mengerjakan tes jika waktunya sudah habis. Begitu pun dengan seperti apa jawaban yang kita isi akan menentukan pula. Namun ada beberapa pertanyaan yang sifatnya tidak bisa salah apapun jawabannya.

Setelah tes IQ dilakukan, pihak psikologi lah yang nantinya akan memeriksa jawaban yang telah kita isi pada tes IQ tadi. Entah bagaimana detilnya, nanti mereka pula yang akan menentukan berapa nilai IQ yang kita miliki. Kurang lebih seperti itu.

Tes IQ juga bisa dilakukan menggunakan aplikasi di smartphone atau di situs-situs yang menyediakan software tes IQ secara online. Namun biasanya akurasi pada tes IQ ini kurang tepat karena mengandalkan program semata.

Tips Meningkatkan Tingkatan IQ

Faktor Peningkat Tingkatan IQ
Sumber : Pixabay

Lupakan soal anggapan tentang IQ yang tidak bisa ditingkatkan. Pada kenyataannya, setiap orang dilahirkan dengan kondisi otak dan sel saraf yang sama, yakni dalam keadaan yang sama-sama belum dikembangkan.

Mereka yang tergolong ke dalam kategori cerdas pun pada awalnya sama seperti kita. Baik ia adalah seorang Albert Einstein maupun BJ. Habibie sekalipun. Letak perbedaannya hanyalah mereka mampu memaksimalkan perkembangan otak mereka dengan baik dan seimbang.

Hal itu sesuai dengan sebuah studi ulang mengenai tingkatan IQ manusia yang dilakukan pada tahun 2008 lalu. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa sebenarnya tingkatan IQ dapat ditingkatkan, apalagi ketika seseorang berada dalam usia remajanya.

Setidaknya ada 3 faktor yang paling berpengaruh pada tingkatan IQ seseorang. Untuk meningkatkan tingkatan IQ seseorang, ketiga faktor tersebut seharusnya dapat terpenuhi dengan baik dan seimbang.

Berikut ini pembahasan selengkapnya mengenai faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan tingkatan IQ seseorang:

1. Suplai Oksigen yang Terpenuhi

Faktor pertama yang berpengaruh pada tingkatan IQ seseorang adalah oksigen. Suplai oksigen yang baik untuk otak tentu akan sangat mempengaruhi kecerdasan intelektual. Hal itu disebabkan oksigen memiliki peran yang sangat penting dalam memaksimalkan perkembangan otak.

Begitu pun sebaliknya. Jika seandainya suplai oksigen kurang tercukupi, misal karena udara di lingkungan sekitar sudah tercemar oleh limbah dan polusi, perkembangan otak seseorang akan terhambat sehingga berpengaruh pula pada kecerdasan dan tingkatan IQ-nya.

2. Aktifitas yang Memberikan Rangsangan

Faktor penting selanjutnya ialah rangsangan. Rangsangan di sini berarti merangsang fungsi kerja otak untuk digunakan dengan baik dan seimbang. Karena hal itu akan sangat membantu dalam berkembangnya tingkatan kecerdasan intelektual seseorang.

Sekolah adalah salah satu sarana untuk memberikan rangsangan pada otak anak-anak. Anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sekaligus belajar bergaul dengan teman-temannya akan banyak memperoleh rangsangan bagi otaknya.

Otak yang terbiasa digunakan untuk berpikir, menghitung, memahami, memecahkan suatu masalah, dan sebagainya berarti terbiasa dalam menggunakan otaknya. Otak yang biasa digunakan dan dirangsang akan semakin baik dalam perkembangannya.

Bukan hanya sekolah semata, masih banyak lagi aktifitas-aktifitas lainnya yang sangat berpengaruh dalam memberikan rangsangan untuk otak. Bukan aktifitas yang berat, namun perlu dilakukan secara konsisten.

Aktifitas-aktifitas yang memberingan rangsangan pada otak dan berguna dalam meningkatkan tingkatan IQ antara lain adalah :

  • Membiasakan diri untuk mengetahui terlebih dahulu tujuan dari aktifitas yang dilakukan.
  • Menggunakan metode membaca cepat ketika membaca sebuah buku dan karya tulis lainnya.
  • Membuat sebuah karya tulis, baik itu artikel, cerpen, berita, dan sebagainya.
  • Mendengarkan alunan nada yang menenangkan pikiran seperti tilawah Al-Qur’an atau musik-musik yang bernada lembut.
  • Tidak melakukan kebiasaan multi tasking digital (menggunakan beberapa teknologi bersamaan).
  • Dan lain sebagainya

3. Energi dan Nutrisi

Setelah berbicara soal faktor rangsangan, mungkin sebagian kita akan bertanya-tanya mengapa masih banyak anak-anak yang tidak mampu meningkatkan prestasinya sekali pun sudah diberikan berbagai rangsangan.

Mereka menitipkan anak-anaknya di sekolah full day dimana otak dari anak tersebut akan terus dirangsang dari pagi hingga sore hari, dan kemudian pulang dalam keadaan membawa tugas-tugas yang menumpuk dari sekolahnya.

Sangat berbeda dengan anak-anak Finlandia. Hanya dengan waktu sekolah yang sebentar saja, tanpa adanya tugas yang harus dibawa, dan waktu istirahat yang lama, tapi kualitas pendidikan serta gapaian prestasinya mampu meledak pesat belakangan ini.

Jawabannya sederhana. Banyak orang tua di negara kita ini yang lupa tentang fakta nyata. Dimana kecerdasan seorang anak tidak bisa mengandalkan beban rangsangan yang berat semata, namun perlu menyeimbangkannya dengan faktor peningkat kecerdasan lainnya yang tak kalah penting, yakni kebutuhan akan energi dan nutrisi.

Kebutuhan akan energi dan nutrisi merupakan suatu hal yang paling sering terlupakan untuk meningkatkan kecerdasan seseorang. Padahal hal ini amatlah penting, sebab 30% energi dan nutrisi pada tubuh kita akan dialirkan kepada otak.

Memberikan rangsangang yang berlebihan tanpa mencukupi kebutuhan akan energi dan nutrisi tentu hanya akan menjadi beban saja. Wajar apabila prestasi dan tingkatan IQ seseorang tidak bisa meningkat seperti yang diharapkan.

Rangsangan semestinya diimbangi dengan pemberian asupan energi dan nutrisi. BRAINKING PLUS merupakan produk herbal terbaik yang bekerja memenuhi kebutuhan energi, nutrisi, serta vitamin bagi otak seseorang.

Mengkonsumsi BRAINKING PLUS secara rutin akan sangat membantu dalam meningkatkan tingkatan IQ seseorang. Berikan asupan BRAINKING PLUS secara teratur yang diiringi pula dengan dua faktor penting lainnya, yakni oksigen dan rangsangan.

***

Seperti itulah kira-kira beberapa informasi penting mengenai tingkatan IQ yang dimiliki seseorang. Tak perlu putus asa tuk menggapai cita-cita jika kita memiliki IQ yang kurang memuaskan. Toh setiap orang memiliki kecerdasan di bidangnya masing-masing bukan?

Cobalah untuk terus meningkatkan perkembangan otak kita. Sebagai bentuk ucapan rasa syukur kita, sudah sepatutnya lah kita memaksimalkan apa yang telah diberikan oleh-Nya kepada kita. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi kita semua.